facebook
twitter
 Forget Password  New Members?
Connect With Facebook
Bulan Sabit di Benua Biru: Redefinisi Identitas Politik dan Kepentingan Nasional Turki
0 Colour Pages & 189 B/W Pages
Harga: Rp 38000

Buku tentang Turki Kontemporer, mengulas tentang pergulatan Islam, sekulerisme dan demokrasi di Turki. Turki kian menjadi kekuatan penting yang menjembatani Timur dan Barat, dan sosok penting PM Erdogan yang termasuk dalam 100 orang paling berpengaruh di dunia versi TIME, termasuk perjuangan menjadi Anggota Tetap Uni Eropa.


Buku ini telah dilihat sebanyak 884 kali
Drama (Ballant en L’escenari De La Meva Vida)
Intan14 Wahyu Puspita
Soft Cover Rp 46000
Pantai Kupu-Kupu
elia bintang
Soft Cover Rp 50000
Satu Dari yang Terpilih
dewi yana
Soft Cover Rp 50000
Je M'appelle Lintang
Ollie
Soft Cover Rp 65000
Aku & Idolaku
talitha brantya
Soft Cover Rp 52000
REVIEW
Dalam sejarah, Turki tercatat sebagai tempat peradaban Islam pernah menuai masa keemasan, Istanbul sebagai salah satu kota terbesar di negeri itu pernah menjadi sentral kekuasaan Khalifah Utsmaniyah (Ottoman Empire) membawahi kawasan negara Islam seantero dunia, tempat khilafah islamiyah bernaung. Namun era keemasan itu kemudian lambat laun memudar, bahkan pasca 1924 cerita tentang Khilafah itu hilang dan digantikan dengan negara Republik Turki diikuti dengan tradisi sekulerisme gagasan Mustafa Kemal Attaturk. Republik Turki dengan mayoritas penduduknya beragama Islam menjadikan sekulerisme sebagai ideologi negara, hal itu kemudian berakibat kepada kontrol berlebihan negara atas aktifitas keagamaan warga negaranya, sehingga menimbulkan keresahan tersendiri bagi Muslim Turki, terutama kalangan wanita yang dilarang mengenakan jilbab di sekolah-sekolah, universitas-universitas dan gedung pemerintahan. Bagi sebagian peneliti tradisi sekulerisme Turki sangat berbeda dengan sekulerisme di sebagaian besar negara-negara Barat, Turki bagi mereka dikategorikan lebih ke arah tipologi radikal. Belakangan, setelah mengalami tarik ulur kekuatan antara kalangan Islamis dan Sekuler dalam panggung demokrasi peta itu berubah. Turki kini dikenal sangat memiliki peran strategis di kawasan Timur Tengah dan Uni Eropa, Turki adalah satu-satunya negeri Muslim yang menjadi anggota NATO, Turki pasca insiden Mavi Marmara mengutuk Israel dan memutuskan hubungan diplomatik, bahkan karena kebijakan strategis Tukri, PM Erdogan ditetapkan sebagai satu diantara 100 orang paling berpengaruh di dunia oleh majalah TIME tahun 2009.
WRITE A REVIEW
Review