Dinamika Terjatuh July 8th, 2009 Mungkin anda sudah tahu, secara umum, jatuh dari motor itu ada 2 model. Dua-duanya sama-sama menyakitkan. Namun satu diantaranya memiliki resiko fatalitas yang lebih tinggi. "So, boys and girls, don't try to fall from your bike." "Gaya jatuh" yang pertama adalah yang disebut dengan Low Side Fall, dimana motor tergelincir dalam posisi yang miring, dengan pengendara masih melekat ke motor dalam posisi riding. Salah satu kaki pengendara bisa-saja berada antara permukaan jalan dan motor. Berakibat pada lecet-lecet pada bagian kaki tangan atau bahu pada sisi yang bersentuhan dengan jalan. Jatuh seperti ini biasanya disebabkan oleh pengereman yang berlebihan hingga roda mengunci, atau hilangnya traksi roda depan. Untuk memperbaiki posisi saat tergelincir, anda sebaiknya segera melepaskan rem dan membiarkan roda depan kembali berputar dan mendapatkan traksi kembali. Pencegahannya adalah, melakukan pengereman roda depan yang gradual, dan tidak tiba-tiba. Sedangkan "gaya" yang kedua adalah, yang disebut dengan High Side Fall, dimana motor tergelincir dalam posisi miring akibat roda belakang yang terkunci, dan dalam prosesnya, motor berubah arah/posisi dimana roda belakang dan roda depan sudah tidak searah lagi, pada saat itulah si pengendara melepas rem belakang. Roda motor belakang tiba-tiba mendapatkan traksi dan serta-merta motor tegak dan membanting ke kemiringan yang berlawanan, menyebabkan pengendara motor terlempar. Fatalitas High Side Fall ini biasanya cukup parah dan sampai menyebabkan beberapa patah tulang atau cidera berat. Maka untuk mencegah high-side-fall ini, sebaiknya sang pengendara motor tetap mempertahankan agar rem belakang tetap aktif hingga motor berhenti. Sukur-sukur bisa berhenti dalam posisi yang baik, atau tetap terjatuh dengan gaya Low Side Fall. Setidaknya High Side Fall tidak terjadi. Lalu, apakah sama sekali tidak boleh melepaskan rem belakang saat roda belakang tergelincir ? Tentu boleh, dengan satu kondisi, saat sliding, yakinkan roda belakang dan roda depan menjadi cukup searah dengan arah perjalanan. Karenanya, selalu gunakan pengereman di kedua roda, depan dan belakang. Dengan rasio roda depan 70% dan 30% roda belakang, dan biasakan untuk selalu menggunakan rem depan dan belakang setiap kali anda hendak berhenti atau melambat Untuk lebih jelas, boleh liat diagram-diagram ini, enjoy :Jatuh "Low-side" dengan rem depan.
buy domain tramadol buy cialis viagra