"Kecemasan berayun-ayun di pepohonan yang hendak menyerupai semak dalam deraknya dan dalam setarik napas. Malam adalah cicitan dara yang turun cerah hari saja, sedang malam begini setiap sudut sarang merekam derap kerinduanku. Sebisu kerlipan lampu-lampu, sebisu pantomim yang kaku--mencoreng wajahnya dengan tindik paku. Ialah trotar, ialah paping yang tak kukenal jenisnya. Ini malam. Ketika terik tiba, danau fatamorgana mengubang di sana. Dari ujung jalan, dari gedung perbelanjaan yang membuat pikir menerka: jalan ini, teruntuk wanita saja. Redup lampu, wanita menempelkan tubuhnya meliuk di kaca etalase dengan mata yang merayu." Itu adalah contoh puisi yang ada di dalam buku ini. LENGKUNG, sekumpulan puisi karya Andi Wirambara yang banyak menceritakan tentang cinta dan keseharian. Menawarkan kelembutan di setiap puisi di dalamnya.