Mengapa saya memilih untuk mengabadikan hidup dalam tulisan?Pramoedya Ananta Toer pernah menulis: "Kau, Nak, paling sedikit kau harus bisa berteriak. Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis, suaramu tak akan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh dikemudian hari. Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”LIKE A PENSIEVE...ceritakan apa saja! tulis saja apa yang ingin kamu tulis di lembar eksistensi dunia walaupun maya. agar lembar hidupmu tak tersia-sia oleh keterbatasan memori otak, atau buah pemikiranmu tak mengendap dan terlarut di bawah zona CCD kenanganmu yang bertumpang-tumpuk, sehingga di kemudian hari dapat kamu gali dan renungkan.