Terkadang rindu memang hanya abu – abu. Tak pernah lelah
mengundang gelisah, luruh, dan bayang – bayang perindunya.
Rindu memang tak pernah diam, slaksanya mengarungi
dinding – dinding hati.
Untuk segala rindu yang mencintai pertemuan, untuk rindu
yang senantiasa bernyanyi menemani hujan.
Dan kepada percikan rindu yang terpasung oleh waktu,
teruntuk mereka tercinta yang jauh dari pandangku.