Touch Down Jiran! (Dan Catatan Kecilku)
0 Colour Pages & 101 B/W Pages
Kategori: Travel
Harga: Rp 35000

Bepergian ke luar negeri, atau tempat-tempat terkenal adalah impian bagi sebagian orang. Buku ini berasal  dari catatan ringan Saya di blog pribadi wwwmysimplelifecom.blogspot.com. Banyak buku membahas tips dan trik hemat ke luar negeri. Dan buku ini saya harap menambah referensi itu. Paling tidak memacu bagi yang ingin bepergian ke luar negeri. Minimal yang terdekat dari Indonesia, seperti negeri jiran, Singapura atau Malaysia. Bagi yang sudah pernah atau sering ke Singapura dan Malaysia, buku ini saya harap menjadi pengenang. Bagi yang belum berkesempatan, semoga menjadi penyemangat untuk mewujudkannya. Sekaligus sebagai inspirasi, bahwa kemauan serta semangat besar adalah modal kuat sebuah cita-cita dan impian..

Salam Hangat..Jeni



You May Also Like
 

Review
 
#Bukan Sekadar Traveling# Sebagai misua si penulis, bisa jadi terlalu subjektif, jika saya mereview buku ini. Tapi, sebagai editornya, boleh lah ya..hehe. Saat mengenal @nulisbuku di twitter dan mengetahui langsung konsepnya di radio show tvone awal 2012 lalu, saya langsung teringat blog istri saya. Kenapa tak diterbitkan di nulis buku? Awalnya, istri saya sempat tak pede. Dia bilang, apa menariknya perjalanan secuil dijadikan buku? Cuma ke Singapura dan Malaysia lagi! Tapi saya tetap ngotot. Saya katakan, poinnya bukan itu. Karena, walaupun pergi ke Singapura atau Malaysia itu pasaran, saya yakin, banyak orang yang memimpikannya. Karena, tak semua orang punya kesempatan ke sana (saya salah satunya, hehe). Bagi saya, yang bolak balik ke sana pun belum tentu bisa menuliskannya. Karena, sekali lagi, bukan soal ke Singapura atau Malaysia itu hal yang biasa, buku ini ada. Buku ini lebih ke preview dan review pergi sederhana ke luar negeri. Bukan sekadar hura-hura. Bagaimana si penulis yang mantan pacar saya ini :p, bukan berangkat tiba-tiba. Tapi diawali mimpi. Ya, mimpi! Si penulis mewujudkan mimpinya secara sederhana. Lalu bertahap. Di bab pertama, berjudul Liburan ke Mana Ya, Jeni menulis,"Asal tau sodara-sodara. Si ibu ini (jeni herself) berprinsip: asal bisa ke luar negeri udah bersyukur sangatt. Gak perlu deh banyak-banyak bawa sangu. Hehehe. Yang penting bisa tetep foto-fotoan, buat kenang-kenangan anak cucu kelak," (halaman 6-7, ditulis Sabtu 9 Oktober 2010). Bagi saya, itu adalah nawaitu yang sederhana. Tidak berlebihan. Tidak nekat. Hanya keinginan ringan saja. Bagaimana mewujudkannya? Jeni sadar, kami berdua berasal dari keluarga biasa-biasa saja. Orang tua telah naik haji saja, kami sudah alhamdulillah. Pendapatan kami di tiga tahun pertama perkawinan, jelas belum cukup untuk berfoya-foya, apalagi ke luar negeri. Lalu? Jeni merealisasikannya lagi-lagi dengan simple. Dia banyak membaca referensi. Dia tak lelah belajar, dan berkomunikasi. Membaca buku-buku traveling. Terutama mengoleksi dan membaca buku-buku miss jinjing, Amelia Masniari. Memanfaatkan media sosial semaksimal mungkin. Melahap semua info soal traveling di televisi. Serta (ini yang penting), banyak bertanya. Baik ke teman-temannya yang sudah pengalaman ke luar negeri, atau berbagi di blog. Selebihnya adalah soal persiapan. Yang lagi-lagi tak sekejap. Bagaimana Jeni harus membeli tiket promo Air Asia Denpasar-Singapura dan Kuala Lumpur-Denpasar, 6 bulan sebelum berangkat dan belum punya pasport! Semua karena untuk menyiasati bajet yang sebenarnya minim. Simak juga bagaimana Jeni mengurus paspor seorang diri. Tanpa calo. Tentu saja untuk penghematan (lagi). Semua diurus jauh-jauh hari dengan perhiungan cermat. Khusus tulisan My Passport di bab IV (halaman 16) pembaca juga bisa menimba banyak ilmu. Karena, cara kepengurusan dan syarat-syarat membuat paspor di keimigrasian Denpasar, Bali, lengkap dengan suasananya ditulis di sana. Bahkan hingga harga map Rp 10 ribu. Di buku ini, Jeni juga berbagi bagaimana cara mencari penginapan dan transportasi murah (tapi nggak murahan) hemat di Singapura dan Malaysia. Termasuk urusan transportasi dan konsumsi agar tetap sesuai kantong. Sisanya adalah cerita umum dan foto-foto selama di sana. Dengan tambahan tulisan kecil tentang pergi hemat (lagi, hehe) ala backpekeran kami ke Gili Trawanangan di NTB pada akhir 2011 lalu. Plus catatan kecil Jeni di blog seputar traveling lainnya. Secara keseluruhan, buat saya buku ini bukan soal pamer bepergian ke Singapura dan Malaysia. Seorang teman memprotes saya ketika Jeni mempublishnya di facebook. Teman itu bilang, "Ah aku tak tertarik dengan Singapura dan Malaysia. Indonesia lebih indah, dan masih banyak destinasi dan tempat menarik untuk dibukukan," katanya dalam pesan ke BBM saya. Terima kasih sangat untuk teman itu atas kritik dan protesnya. Hehe. Siap. Itu kritik bagus dan saya setuju. Tapi saya menjelaskan bahwa itu bukan poin buku ini. Seperti penjelasan di nulis buku soal buku ini, Jeni mengatakan:"Aku tahu banyak orang yang punya pengalaman melebihi aku. Bagi yang pernah atau sering ke Singapura atau Malaysia, semoga menjadi pengenang. Bagi yang belum dan bercita-cita ke sana, semoga menjadi inspirasi dan penyemangat. Karena aku percaya, kemauan dan semangat besar adalah modal kuat mewujudkan mimpi dan cita...," Semoga buku ini bermanfaat. Terima kasih. Denpasar, 23 Maret 2013 Oleh: Rosihan Anwar (@rosihan_anwar) -----Sehari-hari editor di Jawa Pos Radar Bali---

Write A Review
 
Name
 
Email
 
Review
Captcha